Teruntuk kamu yang sedang insecure ❤💙
Dia tidak cantik. Dia benci gadis di dalam cermin itu. Bekas jerawat yang tak pernah hilang. Hidung yang kurang sempurna. Pipi yang terlalu tembam. Serta luka-luka dalam hati yang tak terlihat. Lalu, dia menjauhi gadis di dalam cermin itu, kembali bersama ponselnya, menggulir linimasa instagram, melihat foto-foto gadis yang lebih cantik, lalu merutuki fisiknya yang tak seperti itu, terus membandingkan dan membenci dirinya lebih dalam.
Dia tau kecantikan bukan segalanya. Tetapi, mengapa orang-orang menjadikan fisik segalanya? Begitu tanyanya.
Lantas, mengapa memperdulikan mereka? Iya, ada orang-orang yang menjadikan fisik segalanya. Tetapi, ada juga yang tidak. Mengapa kamu kurang menganggap orang-orang ini? Teman-teman mu yang nyata, keluarga mu yang selalu ada, dan orang-orang baru yang belum menemukan mu. Dan jika kamu tidak ingin dinilai berdasarkan fisik, mengapa kamu menilai dirimu berdasarkan fisik?
Coba, keluarlah sejenak. Lihat awan-awan di atas. Ia tak simetris, tak selalu berpola, nampak berantakan. Tetapi tetap indah, kan?
Awan tak pernah butuh definisi tertentu untuk jadi indah. Awan tetap jadi awan. Menjelma istana kapas. Indah dan menakjubkan, tanpa butuh standar kecantikan apa pun.
Dulu, dia benci gadis di dalam cermin. Tetapi hari ini, dia menarik nafas dalam-dalam. Berusaha tersenyum pada refleksinya, berusaha berdamai, berkerja sama, with herself.
Sekarang, dia sedang mencari kecantikan yang tak selalu nampak di permukaan; kecantikan yang ada di dalam, jauh, jauh di dalam hati, tersembunyi, tapi bersinar lewat sikap dan kata.
Don't forget love your self 💙
Komentar